Saturday, 23 December 2023

Hindari Anemia Agar Tetap Hidup Sehat!

    

    Anemia didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin (Hb) yang rendah dalam darah. (WHO,2015). National Institute of Health(NIH) Amerika 2011 menyatakan bahwa anemia terjadi ketika tubuh tidak memiliki jumlah sel darah merah yang cukup (Fikawati, Syafiq, & Veretamala, 2017). Anemia adalah keadaan dimana jumlah sel darah merah atau konsentrasi hemoglobin di dalamnya lebih rendah dari normal atau tidak mencukupi kebutuhan tubuh (WHO). Menurut Kemenkes, 2019 anemia adalah suatu keadaan tubuh dimana kadar hemoglobin dalam darah kurang dari jumlah normal atau sedang mengalami penurunan.

    Anemia merupakan salah satu kelainan darah yang umum terjadi ketika kadar sel darah merah dalam tubuh menjadi terlalu rendah. Hal ini dapat menyebabkan masalah kesehatan karena sel darah merah mengandung hemoglobin, yang membawa oksigen ke jaringan tubuh. Anemia dapat menyebabkan berbagai komplikasi, termasuk kelelahan dan stress pada organ tubuh. Anemia sebenarnya adalah sebuah tanda dari proses penyakit bukan penyakit itu sendiri (Proverawati, A, 2011). 

Mengapa Seseorang Bisa Terkena Anemia?


Anemia terjadi ketika tubuh kekurangan sel darah merah sehat atau hemoglobin. Akibatnya, sel-sel dalam tubuh tidak mendapat cukup oksigen dan tidak berfungsi secara normal (hipoksemia). Secara garis besar, anemia terjadi akibat tiga kondisi berikut ini: 

  • Produksi sel darah merah yang kurang 
  • Kehilangan darah secara berlebihan 
  • Hancurnya sel darah merah yang terlalu cepat
Jenis - Jenis Anemia
Berikut ini adalah jenis-jenis anemia yang umum terjadi berdasarkan penyebabnya:
  1. Anemia akibat kekurangan zat besi. Kekurangan zat besi membuat tubuh tidak mampu menghasilkan hemoglobin (Hb). Kondisi ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan zat besi dalam makanan, atau karena tubuh tidak mampu menyerap zat besi, misalnya akibat penyakit celiac. 
  2. Anemia pada masa kehamilan. Ibu hamil memiliki nilai hemoglobin yang lebih rendah, tetapi hal ini normal. Meski demikian, kebutuhan hemoglobin meningkat saat hamil sehingga dibutuhkan lebih banyak zat pembentuk hemoglobin, yaitu zat besi, vitamin B12, dan asam folat. Bila asupan ketiga nutrisi tersebut kurang, maka dapat terjadi anemia yang bisa membahayakan ibu hamil maupun janin. 
  3. Anemia akibat perdarahan. Anemia dapat disebabkan oleh perdarahan berat yang terjadi secara perlahan dalam waktu lama atau terjadi seketika. Penyebabnya bisa cedera, gangguan menstruasi, wasir, peradangan pada lambung, kanker usus, atau efek samping obat, seperti obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS). 
  4. Anemia aplastic. Anemia aplastik terjadi ketika kerusakan pada sumsum tulang membuat tubuh tidak mampu lagi menghasilkan sel darah merah dengan optimal. Kondisi ini diduga dipicu oleh infeksi, penyakit autoimun, paparan zat kimia beracun, serta efek samping obat antibiotik dan obat untuk mengatasi rheumatoid arthritis.
  5. Anemia hemolitik. Anemia hemolitik terjadi ketika penghancuran sel darah merah lebih cepat daripada pembentukannya. Kondisi ini dapat diturunkan dari orang tua, atau didapat setelah lahir akibat kanker darah, infeksi bakteri atau virus, penyakit autoimun, serta efek samping obat-obatan, seperti paracetamol, penisilin, dan obat antimalaria. 
  6. Anemia akibat penyakit kronis. Beberapa penyakit dapat memengaruhi proses pembentukan sel darah merah, terutama bila berlangsung dalam jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah penyakit Crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS. 
  7. Anemia sel sabit (sickle cell anemia). Anemia sel sabit disebabkan oleh mutasi (perubahan) genetik pada hemoglobin. Akibatnya, hemoglobin menjadi lengket dan berbentuk tidak normal, yaitu seperti bulan sabit. Seseorang bisa terserang anemia sel sabit jika kedua orang tuanya sama-sama mengalami mutasi genetik tersebut. 
  8. Thalasemia. Thalasemia disebabkan oleh mutasi gen yang memengaruhi produksi hemoglobin. Seseorang dapat menderita thalasemia jika satu atau kedua orang tuanya memiliki kondisi yang sama. 

Tanda Dan Gejala Anemia
  1. Kelelahan : Kelelahan atau kecapekan terjadi karena tubuh Anda kekurangan hemoglobin. Hemoglobin merupakan protein khusus yang berfungsi untuk mengikat oksigen dan mengangkutnya ke seluruh tubuh lewat bantuan sel darah merah. Ketika tubuh kekurangan hemoglobin, otomatis semua sel dan jaringan tubuh Anda akan kekurangan oksigen. Akibatnya, jantung harus bekerja lebih keras untuk mengalirkan sel darah merah beroksigen ke seluruh tubuh. Itu sebabnya, menjadi merasa cepat lelah.
  2. Kulit pucat : Hemoglobin adalah pemberi warna merah pada darah. Jaringan kulit itu sendiri memiliki banyak pembuluh darah kecil. Rona kulit kita sedikit banyak dipengaruhi oleh sirkulasi darah yang lancar. Itu sebabnya ketika kadar hemoglobin rendah, kulit dapat berwarna pucat.
  3. Pusing dan Sakit Kepala :  Ketika kadar hemoglobin rendah, pasokan oksigen mungkin tidak dapat sampai ke otak. Itu sebabnya, Anda merasakan pusing, terutama saat berdiri dari duduk atau berbaring.
  4. Sesak Napas : Ketika kadar oksigen tak mencukupi, laju pernapasan menjadi meningkat. Ini merupakan salah satu cara tubuh untuk bisa mendapatkan oksigen yang mencukupi. Namun, semakin paru-paru bekerja keras untuk menampung oksigen, dada akan terasa sesak meski hanya melakukan aktivitas ringan.
  5. Jantung Berdebar : Ciri-ciri anemia akibat kekurangan zat besi umumnya menimbulkan sensasi jantung berdebar kencang, yang disebut palpitasi. Minimnya kadar hemoglobin dalam darah membuat jantung harus bekerja ekstra keras untuk mengalirkan darah beroksigen. Itu sebabnya, jantung berdetak lebih cepat dan kencang karena berusaha memompa oksigen.
  6. Kulit dan Rambut Kering : Kulit yang kering serta rambut rusak biasanya menjadi salah satu tanda bahwa seseorang kekurangan zat besi. Ini karena pasokan oksigen dan nutrisi ke berbagai berbagai organ dan jaringan tubuh berkurang.
  7. Tangan dan Kaki Dingin : Hal ini disebabkan karena minimnya suplai oksigen yang dialirkan dari jantung menuju kedua bagian tersebut. Sebagian orang bahkan lebih mudah merasa dingin pada hari tertentu dibandingkan harihari lain karena penyakit ini. 
Bagaimana Pencegahan Anemia?
Menurut Depkes (2009), cara mencegah dan mengobati anemia adalah :
  1. Meningkatkan konsumsi makanan bergizi. Mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung zat besi, mengonsumsi makanan dengan bahan makanan hewani seperti daging, ikan, ayam, hati dan telur serta konsumsi makanan bahan nabati.
  2. Menambah asupan zat besi ke dalam tubuh dengan minum tablet tambah darah (TTD). 
  3. Mengobati penyakit yang menyebabkan atau memperberat anemia, seperti kecacingan, malaria, TB paru. 
  4. Makan makanan mengandung vitamin B12. Cara lain untuk mencegah anemia adalah dengan makan makanan tinggi vitamin B12. Vitamin B12 adalah nutrisi penting yang dapat membantu menjaga kesehatan saraf, membuat DNA, dan berperan penting dalam pembentukan sel darah merah sehat.
  5. Makan makanan mengandung asam folat. Asam folat (vitamin B9) membantu tubuh membuat sel-sel baru, termasuk sel darah merah baru untuk menggantikan sel darah merah yang mati. Itu sebabnya, asam folat menjadi salah satu nutrisi penting untuk mencegah anemia.
  6. Mengonsumsi makanan mengandung vitamin C. Sering mengonsumsi makanan atau buah yang mengandung vitamin C dapat menjadi cara mencegah anemia secara alami. Orang dewasa setidaknya butuh 75 mg vitamin C dalam sehari untuk menjaga kesehatan sel darah dan fungsi tubuh lainnya tetap sehat. Vitamin C berperan dalam penyerapan zat besi di dalam usus halus.

Cara Pengobatan Anemia
  1. Konsumsi zat besi
  2. Konsumsi vitamin C 
  3. Konsumsi vitamin B12 dan asam folat 
  4. Konsumsi probiotik 
  5. Obat-obatan (Obat tambah darah) 
  6. Tranfusi darah 
  7. Transpalasi sel sumsum tulang belakang 
  8. Pembedahan 
  9. Plasmapheresi

---

Mata Kuliah   : Sistem Informasi Kesehatan
Kelas               : 2A
Kelompok       : 2
Anggota          :
  • Dean aprilia hermawan 2250301003
  • Tita Sukma Setiawati 2250301005
  • Kuntari Widi Astuti 2250301007
  • Tia Setiani 2250301010
  • Bunga Maharani 2250301012
  • Dyana Rizky Adela 2250301014
  • Nur aisah 2250301016
  • Amelia Nurchozanah 2250301018
  • Tiyana Febriyanti 2250301020
  • Puspita Saffira Maulani 2250301022
  • Syaila Audina 2250301024
  • Siska Fajriyanti 2250301026
  • Yayat Hidayat 2250301028
  • Siti Nurhikmah 2250301030
  • Arif Subiantoro 2250301033
  • Nur Khafiyatun Hasanah 2250301035
  • Syakila Dwi Cahyani 2250301038
  • Lusy 2250301040
  • Devi Pusdiyanti 2250301042
  • Sahda Alfath Amanda 2250301044
  • Intan Yulia 2250301046
  • Reny Dwi Anggraeni 2250301048
 

Hindari Anemia Agar Tetap Hidup Sehat!

          Anemia didefinisikan sebagai konsentrasi hemoglobin (Hb) yang rendah dalam darah. (WHO,2015). National Institute of Health(NIH) Am...